200 Lebih Pemuda dan ASN Padati Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Alang-Alang Lebar, Kurikulum Pancasila Kembali Disuarakan

Berita, daerah, politik332 Dilihat
banner 468x60

PALEMBANG, Sumsel Online – Lebih dari 200 peserta menghadiri kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI yang digelar di Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Yudha Novanza Utama, serta diikuti pengurus Karang Taruna, aparatur sipil negara (ASN), dan staf Kecamatan Alang-Alang Lebar. Turut hadir Camat Alang-Alang Lebar Sariyansyah Ismail, S.STP., M.Si, beserta para lurah setempat.

Kegiatan sosialisasi menghadirkan Dr.(C) Siti Anisyah Rasyid, M.Si sebagai narasumber, dengan Amrillah, S.Si., MM bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung dinamis dan kritis, mencerminkan tingginya kepedulian peserta—khususnya pemuda dan ASN—terhadap masa depan nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.

banner 336x280

Dalam pemaparannya, Dr.(C) Siti Anisyah Rasyid menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, harus ditanamkan secara sistematis dan berkelanjutan, terutama kepada generasi muda yang saat ini dihadapkan pada derasnya arus informasi tanpa filter.

Menurutnya, tantangan kebangsaan di era digital tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari lemahnya pemahaman nilai dasar bangsa di kalangan generasi muda. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan harus dilakukan secara konsisten melalui pendidikan dan keteladanan di lingkungan masyarakat.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab, sejumlah peserta secara terbuka menyampaikan aspirasi agar kurikulum mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) atau Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dapat dimasukkan kembali atau diperkuat dalam sistem pendidikan formal. Aspirasi ini muncul sebagai respons atas menurunnya kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Peserta menilai bahwa pendidikan kebangsaan tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi, melainkan harus menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah agar pemahaman tentang Pancasila, konstitusi, persatuan, dan kebhinekaan dapat ditanamkan sejak dini secara konsisten dan berkesinambungan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Yudha Novanza Utama menyampaikan bahwa aspirasi yang disampaikan peserta merupakan masukan penting dan relevan untuk dibahas di tingkat pusat.

“Kesadaran kebangsaan tidak lahir secara instan. Ia harus dibentuk melalui pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan. Aspirasi ini sangat relevan dan akan menjadi perhatian serius,” ujar Yudha.

Ia juga menekankan bahwa pemuda dan ASN memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, baik di lingkungan kerja, organisasi, maupun masyarakat luas.

Sementara itu, moderator Amrillah, S.Si., MM memandu diskusi dengan mengangkat berbagai isu aktual, mulai dari tantangan implementasi nilai Pancasila di tengah masyarakat multikultural, hingga peran pemuda dalam menjaga persatuan dan toleransi di wilayah Alang-Alang Lebar.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan di tingkat kecamatan yang tidak hanya memahami nilai kebangsaan secara konseptual, tetapi juga aktif mendorong penguatan pendidikan dan praktik kebangsaan demi masa depan generasi muda Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *