Palembang, Sumsel Online – Warga Sumatera Selatan berkesempatan menyaksikan fenomena alam yang jarang terjadi, yaitu gerhana bulan total atau blood moon. Peristiwa langit ini akan berlangsung mulai Minggu malam (7/9) hingga Senin dini hari (8/9).
Berdasarkan keterangan BMKG, gerhana akan dimulai sekitar pukul 22.26 WIB saat bulan masuk ke penumbra bumi. Fase gerhana sebagian dimulai pukul 23.26 WIB. Puncaknya terjadi Senin dini hari pukul 01.11 WIB, ketika bulan tampak berwarna merah darah. Gerhana total akan berlangsung hingga pukul 01.53 WIB dan berakhir sepenuhnya pada pukul 03.56 WIB.
Kepala Stasiun Geofisika Kepahiang, Hartanto, menjelaskan masyarakat Sumatera Selatan bisa melihat seluruh rangkaian gerhana tanpa bantuan teleskop maupun kacamata khusus. “Kalau cuaca cerah, bulan akan terlihat jelas berubah warna. Aman untuk dilihat dengan mata telanjang,” katanya.
Fenomena blood moon ini terakhir kali bisa disaksikan di Indonesia pada tahun 2022. Tahun ini, masyarakat diimbau untuk tidak melewatkan momen langka tersebut. “Gerhana bulan tidak berbahaya, justru jadi kesempatan baik untuk mengenalkan sains pada anak-anak,” ujar Hartanto menambahkan.
BMKG juga menyiapkan siaran langsung melalui laman resmi gerhana.bmkg.go.id bagi warga yang ingin menyaksikan dari rumah. Sementara itu, sejumlah komunitas astronomi di Palembang berencana menggelar pengamatan bersama di lapangan terbuka.
Dengan durasi gerhana total lebih dari satu jam, masyarakat Sumsel diharapkan bisa menikmati keindahan blood moon tahun ini sebagai pengalaman langka yang menambah wawasan sekaligus hiburan.













